Ukhti fillah yang dicintai Allah…, kaifa haluki wa kaifa imanuki ?
ana berharap anti dalam keadaan khoir wal ‘afiyah. Begitu juga hati dan
iman anti -yang saat lalu anti mengadu bahwa ia sedang ‘sakit’ dan
yanqush- semoga Allah memberikan cahaya-Nya dan melembutkannya dengan
belaian kasih sayang-Nya dan rahmat-Nya.
Ukhti, risalah ini sengaja ana tulis untuk anti berkaitan dengan
curhat anti tempo hati mengenai ‘amburadulnya’ kondisi ruhiyah anti
karena terlalu seringnya anti bekerjasama dan bermuamalah dengan
seorang ikhwan, partner dakwah anti.
Ukh, ana memahami kondisi anti sebagai aktivis dakwah yang mau tidak
mau mengharuskan anti untuk menjalin komunikasi dengan ikhwan, yang
notabene anti adalah sosok yang cukup sensitif dan rawan jika harus
berinteraksi dengan mereka. Ikhwan -dengan segala predikat dan atribut
yang melekat padanya- ternyata bisa membuat sebuah ‘variasi’ tersendiri
bagi warna-warni perjalanan hati seorang akhwat (bahkan yang sudah
‘ngaji’ lama dan sudah ‘mudeng’-nggak nyindir loh ?!). Well, terbukti
bukan hanya akhwat yang bisa menjadi sumber fitnah, ternyata ikhwan
juga.
Ukhti…, terus terang ana memang tidak menafikan adanya different
bear yang menjalari hati ketika harus berkomunikasi dengan lawan jenis
yang berembel-embel ikhwan (dan pastinya belum menikah) itu. Dan
sepertinya…hampir tiap akhwat maupun ikhwan pun demikian, diakui atau
tidak. entah kenapa. mungkin seperti yang ana katakan tadi, wilayah ini
memang sangat rawan. Dangerous area, mungkin itu sebutan yang
pas, bahkan kalau boleh ana gambarkan, ikwan dan akhwat itu ibarat
magnet yang memiliki dua kutub berbeda yang saling tarik menarik dengan
daya magnetis yang tinggi (yang kalau tidak dijaga benar-benar bisa
fatal).
Dalam kesempatan ini ana tidak akan mengemukakan hal-hal yang
bersifat ‘teoritik’ sebagai feedback terhadap aduan anti yang lalu. dan
afwan jika risalah ini cukup ‘keras’. Karena ana sadar betul anti
bukanlah ‘akwat kemaren sore’ yang belum tahu apa-apa. dan ana juga
yakin benar, anti pun sudah faham ilmunya (apalagi predikat sebagai
aktivis dakwah dan da’iyah tersandang dalam sosok anti, sehingga
membuat ana semakin yakin tentang kefahaman anti, begitu khan ?)
Ukhti fillah yang ana cintai…, ana mengakui bahwa membangun
komunikasi dengan ikhwan memang berat. bukan berat di fisik namun di
hati. awalnya memang bisa untuk bertahan….tapi lama kelamaan timbul
simpati….dan bisa-bisa akhirnya ada ‘rasa’ yang lain….indefinable feeling…,apalagi
jika harus banyak-banyak berinteraksi dengan mereka, apalagi kalau
sudah menyinggung masalah-masalah pribadi, bahkan sampai curhat segala,
plus sering-sering bertemu dan melihat. waah bisa ancur hati dan iman
anti (wal iyazhu billah !) berat memang ketika harus menjalin hubungan
dengan mereka, hatta mengatasnamakan kepentingan dakwah. berat banget,
ukh !
Itulah…kalau memang anti sudah tak kuasa membendung gharizatun nau’
anti terhadap ikhwan tersebut, langkah yang paling afdhol adalah
memutuskan hubungan dengan dia. Hentikan komunikasi. Disconnect ! hindari celah-celah yang dapat menjadi sarana untuk berinteraksi dengan dia. Jauhi dia, ukh ! no more interaction, stop here !! itu adalah jurus jitu untuk menyelamatkan hati dan iman anti, jika anti benar-benar ingin selamat.
Dan jika memang benar anti tidak bisa menghentikan secara total
hubungannya dengan dia dengan alasan anti tidak ingin surut dari
belantara dakwah dan ingin tetap melaksanakan amanah anti dalam dakwah
tersebut, maka yang harus anti lakukan adalah melawan ‘virus merah
jambu’ yang menyerang anti. anti harus berusaha keras untuk fight !
jangan biarkan ia menguasai hati dan menggerogoti keistiqomahan anti.
Jangan biarkan ia terus menerus menginvasi. LAWAN, UKHT ! LAWAN !!!
Ukh, jika anti memang meniatkan diri -ketika menjalin kontak dengan
dia dan mereka- adalah untuk dakwah, maka jangan ada muatan lain selain
untuk kemaslahatan dakwah (anti nggak mau kan termasuk orang-orang yang
mengatasnamakan kepentingan dakwah untuk tendensi-tendensi pribadi ?!
jaga arah hati dan…waspada !!!).
Ukhtiku yang ana cintai….masalah dalam iqomatuddin itu buaanyaak dan
seabrek ! coba anti lihat wajah umat hari ini, betapa banyak masalah
mereka yang harus ditangani. anti lihat wajah generasi penerus kita,
anti lihat dien kita saat ini ?! mereka membutuhkan ‘kerja’ kita ukh.
mereka memerlukan sumbangan tenaga, pikiran, waktu dan seluruh potensi
kita.
Tidakkah anti berfikir tentang tangisan pilu saudara-saudara muslim
yang dibantai, dianiaya, diteror dan diintimidasi ? tidakkah anti
mendengar jeritan para ummahat dan anak-anak yang menjadi sasaran
peluru dan peledak ? akankah anti sibuk dengan ‘urusan sepele’ tersebut
sementara para ikhwah seperjuangan mati-matian untuk mempertahankan
dien dan izzah mereka….akankah anti ‘bermain-main dengan perasaan anti
dan terjebak di dalamnya’ sementara ma’rakatul jihad dan medan-medan
konflik dipenuhi dengan genangan air mata dan darah para syuhada’ ?!
renungilah ukh…..RENUNGI DAN FAHAMI ! masih banyak
yang harus kita fikirkan, masih banyak hal-hal yang lebih pantas
menyita ruang fikir kita daripada hal-hal sepele seperti
itu….masalah-masalah iqomatuddin jauuuh lebih besar dari
masalah-masalah semacam itu…sekali lagi, RENUNGI DAN HAYATI !
Ukhti fillah rahimakumulloh….marilah kita fahami tabiat dien ini.
sungguh, dien ini adalah dien yan suci, yang tidak akan tegak kecuali
dengan cara yang suci dan orang-orang yang suci pula. harapan ana,
semoga kita bisa mengislah masing-masing diri kita, tetap menjaga
kelurusan niat, kesucian hati dan jiwa kita, serta tetap tsabat di atas
jalan-Nya. be istiqomah, ukh !
Masih ingat perkataan ibnu taimiyah kan ? “Tiada kebahagiaan dan
kelezatan sempurna bagi hati selain kecintaan kepada Allah dan upaya
mendekatkan diri kepada-Nya dengan hal-hal yang dicintai-Nya. sementara
cinta tidak akan ada kecuali dengan berpaling dari semua kecintaan
kepada selain-Nya. ” indah bukan ?! semoga Allah selalu mencurahkan
manisnya iman kepada-Nya dan hangat cinta-Nya, kepada kita semua.
Satu hal yang tidak boleh anti lewatkan adalah ‘muraqabatullah’,
pengawasan Allah, ukh. Innallaha ala bi kulli sya’in ‘alim. Malu lah
kepada-Nya. Malu lah kepada Dzat yang Maha Mengetahui segala apa yang
tersembunyi dalam hati.
ukh…,jangan lupa untuk selalu melakukan self control. pengendalian
intern terhadap diri anti itulah yang akan menjadi basis kekuatan untuk
memukul mundur ‘virus-virus busuk’ dalam perjalanan iman anti. manage
baik-baik self control anti, yaa….
pesan ana, kuatkan diri anti di jalan dakwah. perjalanan kita masih
panjang. masih banyak lagi tribulasi dakwah yang akan kita temui.
hadapi, atasi, dan jangan lari !, anggap saja accident yang menimpa
hati dan iman anti tersebut sebagai bentuk mihnah, ujian dari Allah.
bertahanlah, ukh ! tetaplah tegar di atas jalan-Nya. meskipun berat dan
menyakitkan,….tetaplah bertahan ! bersabarlah untuk tidak bermaksiat
kepada-Nya ! Ishbiru wa shabiru…,
Terakhir, Allahu ma’ana ukh…,always-lah berdoa, berikhtiar dan tawakal. insya’Allah doa ana juga menyertai anti.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar