Minggu, 18 Desember 2011

..Aku, Kalian dan Sepasang Sepatu Kita..


"kriiiiiiiiiiiiiiiiiingngggg......"
hoamm.. suara alarm HP ini cukup untuk memekakan telingaku. mungkin juga telinga teman-telinga sekostnku..
ada yg bangun, ada juga yg tetap tertidur dg buaian mimpinya hingga harus membutuhkan treatment ekstra untuk membangunkanya..
jam di ponsel menunjukkan pukul 02.30.. brrrrrr.. dingiin!!!
sesuatu yg wajar karna embun pun masih menari-nari diatas dedaunan..

Air surga yang selalu diupayakan agar membasahi wajah ini di sepertiga malam merupakan sesuatu yg luar biasa menyegarkan..
seperti biasa rakaat demi rakaat senantiasa ditegakkan dengan nyanyian surat yg merupakan pengingatan atas hapalan.. maklum pelupa!! kalo tidak di ulang2 bisa-bisa hilang perlahan demi perlahan.. mana relaa!! karna menghapalkanya butuh pengorbanan..

setiap sujud demi sujud entah mengapa selalu saja air mata ini menetes tanpa ada yg memaksanya..terlebih khusus sejak 2 minggu terakhir ini..
tenang..teduh.. dan syahdu itu adalah sebuah perpaduan indah yg kurasa disetiap 1/3 malam..

"Allah,, padamu hamba memasrahkan diri.. pada setiap ketetapan ataupun ketentuanMU..
Hamba ridho Allah atas taqdir yang kau goreskan di atas kanvas kehidupanku..
sungguh berada di jalan ini membuatku tidak bisa bertahan tanpaMU..
Hamba Lemah ALLAH..
terkadang Iman Hamba rapuh..

sunggu padaMU ku gantungkan semua harapan atas kemudahan dakwahku..
padamu ku tancapkan impian atas keutuhan Jamaah ini..
Kaulah sandaraanku saat semua seakan tak memberi arti..
Kaulah harapanku saat semua seakan tak berarti..

padamu Allah kuharap langkah ini takkaan pernah berhenti..
Padamu Allah kuharap Azzam Ini takkan pernah Mati..

Ya muqolibal Qulub.. wahai yg membolak balikkan hati.. kembalikan mereka ke sisi kami.. kembalikan semangat mereka untuk menemani perjuangan kami.. "


bait demi bait doa kulantunkan dengan penuh ketundukan..
sungguh diri ini benar-benar lemah tak berdaya..
sungguh diri ini benar-benar pasrah..

apa yg bisa kita lakukan ketika kita berbicara tentang hati manusia??
hanya  Sang Pemilik Hati lah yang mampu menggerakkanya..
"kun!!" maka tidak ada yg mustahil bagiNYA..

kubaca bait-bait doa rabbitah dari samudra hati yang terdalam.. berharap agar ikatan ini akan semakin erat apapun keadaanya.. dan derasnya air dari telaga kerinduan tak mampu ku bendung.. Allah, sungguh malam ini hanya Engkau penguatku..

Tidak cukup dengan doa, hati ini haus akan ketenangan,,
maka, kubaca bait-demi bait huruf cinta ini..
pada sebuah mushaf yg menjadi saksi bisu atas Hati ini..


Subuh menjelang,,
sholat berjamaah adalah sebuah rutinitas yg paling indah di kehidupan kampus ini..
dulu mungkin ini adalah hal sepele bagiku,, tp kini hal ini adalah yg paling berarti bagiku setelah amalan2 lainya yang tidak kalah penting berartinya..


"ting..tong..ting..tong"
Hp berdering tanda ada sebuah pesan masuk..

"Assalam. Menginggatkan kembali agenda kita pagi ini di tempat biasa.. jangan telat n persiapkan JRF nya sebelum hadir..jzk. waslm"

sebuah rutinitas yg biasa kami lakukan.. mungkin dulu tidak biasa namun kini hal tersebut adalah suplemen semangat sebelum buku-buku kuliah dan kumpulan diktat dilahap oleh otak kiri dan kanan..
 tapii.. ada yg berbeda!!
entah mengapa aku merasa tidak bersemangat menghadirinya..
karna diri ini lagi2 takut kecewa ketika pasangan sepatu yg dilihat hanya itu2 saja belakangan terakhir ini..

"baittul jannah" ini merindukan kalian.. kapan kalian kembali?? bisikku pilu dalam hati..
kapan pasangan sepatu kalian melengkapi pasangan sepatu kami..
wahai hati yg di sudut sana, kami merindukkan kalian..
kami merindukan ide-ide brilian kalian untuk perbaikkan umat ini..

sejenak aku berfikir untuk enggan beranjak.. namun, entah mengapa tiba-tiba terlintas wajah-wajah polos mad'u-mad'u dakwah.. terlintas wajah para pendahulu ku, terlintas wajah sang murobbi plus dengan semua taujih yg telah diberikanya dengan tulus..

bodoh!! apa yang kufikirkan.. biarkanlah beberapa pasang sepatu lainya beristirahat sejenak, sungguh mereka bukan pecundang yg mundur dari masalah..merka hanya butuh waktu mengobati luka yg ada.. mereka hanya butuh waktu untuk mencari oase hatinya yg telah mengering.. dan yang pasti mereka hanya butuh waktu untuk mengumpulkan semangat-semangat yg bahkan mungkin lebih dari yg kami miliki..

akhirnya dengan mantap dan yakin semata-mata karna MARDHOTILLAH kulangkahkan kaki ini ke baitul jannah yg sudah menunggu..

sepanjang perjalanan diri ini selalu berdoa agar sepatu yg berjajar bisa lengkap seperti sedia kala, namun sesampainya di sana, tiba-tiba buliran air ini tak kuasa dibendung..
Allah, lagi-lagi hanya sepasang sepatu-sepatu ini yg kutemui..
sungguh diri ini sudah terlalu rindu rabb pada sosok-sosok yg dulu menghiasi majelis umat ini..

pada bumi yang di pijak.. pada langit yg menaungi.. sungguh setiap serpihan mozaik ini takkan indah tanpa kalian disini..

pada sepasang sepatu yg senantiasa memberikan pencerahan atas kondisi umat ini.. pada sepasang sepatu yg kehadiranya mengobarkan semangat dlm dada ini.. pada sepasang sepatu yg ketawadhuanya mampu menasihati sombongnya diri ini.. pada pasangan2 sepatu yg semua keistimewaanya mampu menjadikan jalan ini begitu mudah dan indah..

yaa.. aku sungguh sangat yakin padaMU wahai Zat yang jiwaku berada dalam genggaman.. akan ada saat dimana Engkau mengembalikan mereka ke sisi kami untuk sekarang dan selamanya.. kami hanya harus berikhtiar menyetuh hati dengan kelembutan dan ketulusan semata-mata karnaMU.. Bukan hanya hati mereka namun juga hati dari diri kami masing-masing.. dan doa padamu sungguh adalah senjata satu-satunya yg kami miliki..

dan benar saja.. FASBIR INNA WA'DALLAHI HAQQO.. sesungguhnya janji Allah itu Benar!!!
Tidak butuh waktu bagi allah untuk mengimplementasikan sebuah doa dalam waktu yg lama.. jika ia berkehendak KUN!! maka semua bisa terjadi..

kini semua pasangan sepatu itu berjajar dengan rapih di sebuah halaman yang menjadi saksi bisu atas kecintaan sekelompok pemuda yang menjual hidupnya pada Allah, Rasul dan Dien ini.. sekelompok pemuda yang kecintaanya pada Jalan ini melebihi kecintaanya pada dirinya sendiri..
pada halaman yang menjadi saksi bisu atas segala amarah, tangis, canda, dan tawa..dan pada halaman yang menjadi saksi bisu atas semua pengorbanan dan ketulusan yang dipersembahkan..

Rabb,,
ASHADU BII ANA MUSLIMIN,,
saksikanlah bahwa kami adalah seorang MUSLIM..
Saksikanlah bahwa kami adalah seorang Dai..
dan saksikanlah bahwa kami adalah seorang Aktivis..



DAN SAAT INI,,,,,,


waktu berlalu begitu cepat..
kini semua menjadi kenangan indah dalam goresan perjuangan kami..
menjadi sebuah cerita cinta yang berlayar di birunya samudra hati kami..

Cerita tentang AKU, KALIAN dan SEPASANG SEPATU KITA....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar