“Ketika orang tertidur kau
terbangun, itulah susahnya. Ketika orang merampas kau membagi, itulah
peliknya. Ketika orang menikmati kau menciptakan, itulah rumitnya.
Ketika orang mengadu kau bertanggung jawab, itulah repotnya. Oleh
karena itu, tidak banyak orang bersamamu disini, mendirikan imperium
kebenaran“ ~KH. Rahmat Abdulloh~
“Apa kabar hatimu? Masihkah ia
seperti embun? Merunduk tawadhu dipucuk- pucuk daun? Masihkah ia
seperti karang? Berdiri tegar menghadapi gelombang ujian. Apa kabar
imanmu? Masihkah ia seperti bintang? Terang benderang menerangi
kehidupan. Semoga Allah senantiasa melindungi dan menjagamu, saudaraku”.
“Jangan takut untuk mengabil langkah besar hari ini, Jika memang dibutuhkan!! Jurang tak bisa disebrangi hanya dengan 2,3 lompatan kecil!! Nahnu Duat Fii Kulli Zaman”.
Beban Dakwah hanya dapat
diberikan oleh mereka yang memahami dan memeberikan apa saja yang kelak
di tuntutnya ; Waktu, Kesehatan, Harta, Bahkan Darah. Mereka Bergadang
saat semua tertidur lelap. Mereka gelisah saat yang lain lengah.
Seakan-akan lisannya yang suci Berkata , “Tidak ada yang kuharap dari
kalian. Aku hanya mengharap pahala Allah” ~Hasan Al Banna~
“Ana harap, seperti
tulisan antum, militansi dakwah tetap dipegang erat, bagaimana kita
sabar, tsabat dengan keadaan yang ada, karena ini ujian, kondisi
seperti apapun, saat ikhlas dalam dakwah senantiasa kita pegang, tak
akan pernah melemahkan dan menggoyahkan diri kita untuk terus
bersamanya, afwan atas segala kata yang kurang berkenan”. ~Murobbi~
“Insya Allah, masa depan
yang gemilang itu, kejayaan yang pernah hilang ditangan kita, akan
dapat kita kembalikan lagi. Dan saya berharap Indonesia akan menjadi
pemimpin kebangkitan ini”. ~DR. Yusuf Al Qardhawi~
“Bukannya seorang dai,
mereka yang mengeluh tentang sulitnya merubah kondisi masyarakat. Ia
bukannya dokter, ia hanya orang yang berpakaian dokter tapi jijik
melihat luka besar yang harus diobatinya”. ~KH. Rahmat Abdullah~
“Kalau betul-betul mau
melahirkan orang-orang yang menjadi agent of change dalam arti pioneer
yang siap menannggung beban yang terberat sekalipun, maka tidak bisa
tidak, jalan yang ditempuh adalah kembali kepola Tarbiyah Rasulullah.
Kuatnya dakwah bertumpu pada kekuatan Tarbiyah”. ~Ust. H.M Ihsan
Arlansyah Tanjung~
„Saya akan mengatakan
kepada seluruh aktivis muslim, jangan pernah mereka merasa sempurna.
Karena stiap kali orang merasa sempurna, saat itu ia berhenti
bertumbuh. Dia berhenti berkembabng..” ~Ust. H.M Anis Matta, Lc~
”Dai yang tidak punya
bekalan ruhiyah, akan mengalami kelemahan. Jika ia sudah merasa
berda’wah namun tidak berhasil, ia akan menganggap dirinya sudah tidak
layak lagi berda’wah dan akhirnya berganti arah.” ~Ust. Zufar Bawazier,
Lc~
Saudaraku…“Sungguh.., kekuatan ruhiyah dan jasadiyah serta amanah adalah modal istiqamah dijalan da’wah”
“Hidup seorang mukmin adalah program perbaikan diri yang tertata hingga menemui Allah dalam kondisi yang terbaik”. Semoga Allah memberkahi langkah-langkah kita. Amiin.
“Selalu ada harapan dalam keyakinan, selalu ada keteguhan dalam kesabaran, selalu ada hikmah dalam kesyukuran dan selalu ada keniscayaan dalam doa”.
”Untuk saudaraku yang tak
pernah lelah dan putus asa. Buat dia tersenyum hingga disyurga kelak ya
rabb. Allahlah yang akan menjadi muara segala beban yang menghimpit
jiwa kita. Rabb..kutkan pancangan kakinya dijalan_Mu”.
“Orang sukses mengunakan tubuhnya untuk ikhtiar, otaknya untuk berfikir kreatif dan hatinya untuk bertawakal kepada-Nya”.
“Seorang mujahid adalah
mereka yang selalu termotivasi, ketika yang lain berjatuhan maka ia
tetap tegar. Sungguh jalan yang ditempuh masih panjang dan banyak aral
menghadang. Yakunlah bahwa Allah maha penepat janji. Sekencang aral
menghadang tetap Allah didalam hati kita”.
” Kehidupan seorang
mukmin layaknya mentari. Selalu hidup bersinar dan tak pernah hilang.
Ia terbenam disatu wilayah untuk terbit diwilayah berikutnya. Datang
menyinari memberi kemanfaatan dan rasa damai”.
“Hanya orang besar yang
berani berfikir dan bertindak besar. Maka Allah titipkan amanah dan
perkara besar. Mintalah energi besar pada yang Maha besar untuk
menyelesaikan semuanya”.
“Jangan pernah berhenti
mengepakan sayapmu saudaraku. Biarkan cobaan itu membuatmu kuat,
Biarkan derasnya terpaan itu membuatmu gesit berkelit, Biarkan
jiwa-jiwa pemenang itu memenuhi hatimu, Biarkan jiwa-jiwa sabar itu
menjadi penyejuk bagimu”.
“Ya, Allah tambahkanlah
untuk kami keikhlasan niat, kedalaman ilmu, kelapangan hati, kebersihan
jiwa, kejernihan pikiran, lautan kesabaran, samudra kelembutan serta
indahnya cinta dan kasih sayang dalam ukhuwah…” Tetap semangat Ikhwah!
“Menjadi orang-orang
pilihan dalam da’wah, berarti meletakkan pondasi keikhlasan dalam
ber’amal. Maka teguhkanlah azzam dalam hati. Berjuang itu indah,
Berkorban itu nikmat.” Allah will always with you
“Keberhasilan kita tidak
diukur oleh seberapa banyak apa yang kita miliki, melainkan oleh berapa
banyak orang yang merasakan manfaat keberadaan kita.”
“Bahkan dalam letihpun
para mujahid tetap tersenyum karena apa yang kita tunaikan menjadi
jaminan bermaknanya usia. “Semoga awal semester yang diiringi dengan
semangat ramadhan, bisa membawa keberkahan untuk usaha dan hasil yang
terbaik. New Spirit Be Better Person!”
“Mencari Spirit yang
hilang, tertatihku dibelantara dunia, menanti seberkas cahaya,
jiwa-jiwa lelah ditengah perjalanan panjang, bilakah kemenangan itu
datang?” Sesungguhnya kemenangan selalu seiring dengan pengorbanan,,dan
keikhlasan, kesabaran diatas kesabaran adalah kunci kekuatan, sudikah
diri menjadi kafilah yang digantikan?”
“Para pemburu syurga
tidak akan berhenti pada tahap mimpi. Ada asa yang harus diwujudkan,
Ada pengorbanan yang harus dikeluarkan. Ada amal dan karya nyata yang
harus dipersembahkan.”
” Selayaknya bagi
jiwa-jiwa yang mengazamkan dirinya pada jalan ini. Maenjadikan da’wah
sebagai laku utama, dialah visi, dialah misi, dialah obsesi, dialah
yang mengelayuti disetiap desahan nafas, dialah yang mengantarkan
jiwa-jiwa ini kepada ridho dan maghfiroh Tuhannya.”
“Ada yang mengeluh,
merasa jenuh, ingin gugur dan jatuh ia berkata “lelah!”. Ada juga yang
lelah, tubuhnya penat tapi semangatnya kuat. Ia berkata “lillah!”,
karena Allah, Ikhlaskanlah. Tetap semangat pejuang-pejuang Allah”
“Memelihara pandangan
mata menjamin kebahagiaan seorang hamba didunia dan akhirat. Memelihara
pandangan, memberi nuansa kedekatan seorang hamba kepada Allah, menahan
pandangan juga bisa menguatkan hati dan membuat seseorang lebih merasa
bahagia, menahan pandangan juga akan menghalangi pintu masuk syaithan
kedalam hati. Mengkosongkan hati untuk berfikir pada sesuatu yang
bermanfaat. Allah akan meliputinya dengan cahaya, itu sebabnya setelah
firmannya tentang perintah mengendalikan pandangan mata dari yang
haram, Allah segera menyambungnya dengan ayat nur (cahaya)”. ~Ibnu
Qayyim~. Sebuah perenungan untuk diri.
“Suplai bantuan Allah, tidak berlaku bagi orang yang dikuasai hawanafsunya dan mengikuti syahwatnya”. ~Fudhail bin Iyadh~
Ustadz Mashadi ::. ”Bila
benar-benar kita mukmin, ikhwah, apalagi qiyadah pasti akan mendasarkan
pada paradigma berpikir yang bersifat ketuhanan (manhaj tafkir rabbani)
juga. Sehingga sikap al wala wal baro’nya sangatlah jelas, tidak
confused dan talbiz. Manhaj Tuhan itu (Islam) telah menyediakan bagi
para da’i/ aktivis satu manhaj tersendiri dalam berpikir dan bertindak,
yang mampu menghindarkan keterjerumusan dalam kehidupan jahiliyah. Di
manakah posisi kita hari ini? Apakah masih tergolong orang-orang yang
tsabat dengan manhaj rabbani atau telah tersungkur ke dalam barisan
pengejar rente kekuasaan? dan pasti akan hina di mata manusia dan di
sisi Allah”
Ustadz Farid Nu’man ::.
”Hendaklah mereka malu kepada Allah Ta’ala, dan kalau pun sudah tidak
malu kepada Allah Ta’ala, malu-lah kepada malaikat sang pencatat, kalau
pun tidak malu kepada malaikat, malu-lah kepada manusia, kalau pun
tidak malu kepada manusia, malu-lah kepada keluarga di rumah, kalau pun
tidak malu kepada keluarga, maka malu-lah kepada diri sendiri dan
hendaklah jujur bahwa apa yang dilakukannya adalah kesalahan, minimal
meragukan. Fitrah keimanan akan menolaknya, kecuali jika memang sudah
taraf Imanuhum fi Proyekihim”
Ustadz Dr. Daud Rasyid,
MA ::. „Kalau ada orang menceritakan dirinya mendambakan punya rumah
mewah, kendaraan mewah, atau apa saja yang menyenangkan dari dunia,
sebenarnya dia sedang menceritakan kenaifan dirinya, sekaligus
menyingkap keruntuhan ma’nawiyah (jati diri) nya di hadapan orang lain.
Apakah pantas seorang pemimpin merangsang anggotanya untuk mengejar
harta, sementara Nabi Saw menyuruh ummatnya agar berhati-hati dengan
harta dan dunia?“
.
“Jangan sampai nanti orang-orang
tarbiyah dibenci gara-gara berorientasi kepada kekuasaan. Dia tidak
boleh berbangga dengan bangunannya. Lalu tertidur-tidur, tidak pernah
mengurus urusan hariannya. Tetap dia harus kembali kepada akar
masalahnya, akar tarbiyahnya. Tempat kancah dia dibangun.
Imam Hasan Al Banna
Tidak ada komentar:
Posting Komentar