Sabtu, 17 Desember 2011

Embun Jiwaku


“Ketika orang tertidur kau terbangun, itulah susahnya. Ketika orang merampas kau membagi, itulah peliknya. Ketika orang menikmati kau menciptakan, itulah rumitnya. Ketika orang mengadu kau bertanggung jawab, itulah repotnya. Oleh karena itu, tidak banyak orang bersamamu disini, mendirikan imperium kebenaran“ ~KH. Rahmat Abdulloh~
 
“Apa kabar hatimu? Masihkah ia seperti embun? Merunduk tawadhu dipucuk- pucuk daun? Masihkah ia seperti karang? Berdiri tegar menghadapi gelombang ujian. Apa kabar imanmu? Masihkah ia seperti bintang? Terang benderang menerangi kehidupan. Semoga Allah senantiasa melindungi dan menjagamu, saudaraku”.
 
“Suatu hari nanti saat semua telah menjadi masa lalu, aku ingin berda di antara mereka, yang bercerita tentang perjuangan yang indah, dimana kita, sang pejuang itu sendiri. Tak pernah kehabisan energi tuk terus bergerak, meski terkadang godaan tuk berhenti atau bahkan berpaling arah begitu menggiurkan. Keep istiqomah!”
 
“Jangan takut untuk mengabil langkah besar hari ini, Jika memang dibutuhkan!! Jurang tak bisa disebrangi hanya dengan 2,3 lompatan kecil!! Nahnu Duat Fii Kulli Zaman”.

Beban Dakwah hanya dapat diberikan oleh mereka yang memahami dan memeberikan apa saja yang kelak di tuntutnya ; Waktu, Kesehatan, Harta, Bahkan Darah. Mereka Bergadang saat semua tertidur lelap. Mereka gelisah saat yang lain lengah. Seakan-akan lisannya yang suci Berkata , “Tidak ada yang kuharap dari kalian. Aku hanya mengharap pahala Allah” ~Hasan Al Banna~

“Ana harap, seperti tulisan antum, militansi dakwah tetap dipegang erat, bagaimana kita sabar, tsabat dengan keadaan yang ada, karena ini ujian, kondisi seperti apapun, saat ikhlas dalam dakwah senantiasa kita pegang, tak akan pernah melemahkan dan menggoyahkan diri kita untuk terus bersamanya, afwan atas segala kata yang kurang berkenan”. ~Murobbi~

“Insya Allah, masa depan yang gemilang itu, kejayaan yang pernah hilang ditangan kita, akan dapat kita kembalikan lagi. Dan saya berharap Indonesia akan menjadi pemimpin kebangkitan ini”. ~DR. Yusuf Al Qardhawi~
 
“Bukannya seorang dai, mereka yang mengeluh tentang sulitnya merubah kondisi masyarakat. Ia bukannya dokter, ia hanya orang yang berpakaian dokter tapi jijik melihat luka besar yang harus diobatinya”. ~KH. Rahmat Abdullah~
 
“Kalau betul-betul mau melahirkan orang-orang yang menjadi agent of change dalam arti pioneer yang siap menannggung beban yang terberat sekalipun, maka tidak bisa tidak, jalan yang ditempuh adalah kembali kepola Tarbiyah Rasulullah. Kuatnya dakwah bertumpu pada kekuatan Tarbiyah”. ~Ust. H.M Ihsan Arlansyah Tanjung~

„Saya akan mengatakan kepada seluruh aktivis muslim, jangan pernah mereka merasa sempurna. Karena stiap kali orang merasa sempurna, saat itu ia berhenti bertumbuh. Dia berhenti berkembabng..” ~Ust. H.M Anis Matta, Lc~

”Ada hal yang perlu diingat, bahwa sebuah jamaah atau organisasi dakwah berkembang dengan pesat kalau didalamnya terdapat pribadi-pribadi yang kreatif, Ada pribadi-pribadi yang melakukan sesuatu yang baru”. ~Ust. Ahmad Madyani. Lc~
 
”Dai yang tidak punya bekalan ruhiyah, akan mengalami kelemahan. Jika ia sudah merasa berda’wah namun tidak berhasil, ia akan menganggap dirinya sudah tidak layak lagi berda’wah dan akhirnya berganti arah.” ~Ust. Zufar Bawazier, Lc~

Teruntuk mujahid da’wah pilihan : “Terkadang hak-hak pribadi kita tidak dapat kita penuhi. Jangan bertanya kemana yang lain. Jangan bertanya kenapa kita sendiri. Jangan mengingat apa yang telah kita korbankan. Jangan mengharap apa yang akan kita dapatkan. Karena sesungguhnya Allah telah memilih diri-diri ini. Maka ikhlaskanlah”
 
Saudaraku…“Sungguh.., kekuatan ruhiyah dan jasadiyah serta amanah adalah modal istiqamah dijalan da’wah”

“Hidup seorang mukmin adalah program perbaikan diri yang tertata hingga menemui Allah dalam kondisi yang terbaik”. Semoga Allah memberkahi langkah-langkah kita. Amiin.

“Selalu ada harapan dalam keyakinan, selalu ada keteguhan dalam kesabaran, selalu ada hikmah dalam kesyukuran dan selalu ada keniscayaan dalam doa”.
 
”Untuk saudaraku yang tak pernah lelah dan putus asa. Buat dia tersenyum hingga disyurga kelak ya rabb. Allahlah yang akan menjadi muara segala beban yang menghimpit jiwa kita. Rabb..kutkan pancangan kakinya dijalan_Mu”.
 
“Jika da’wah adalah jalan yang panjang, Jangan pernah berhenti sebelum menemukan ujungnya. Jika da’wah adalah bebannya berat Jangan minta yang ringan. Tapi mintalah punggung yang kuat untuk menopangnya. Jika pendukungnya sedikit…maka jadilah yang sedikit itu”.
 
“Orang sukses mengunakan tubuhnya untuk ikhtiar, otaknya untuk berfikir kreatif dan hatinya untuk bertawakal kepada-Nya”.
 
“Seorang mujahid adalah mereka yang selalu termotivasi, ketika yang lain berjatuhan maka ia tetap tegar. Sungguh jalan yang ditempuh masih panjang dan banyak aral menghadang. Yakunlah bahwa Allah maha penepat janji. Sekencang aral menghadang tetap Allah didalam hati kita”.
 
“Bersemangatlah pada apa saja yang bermanfaat bagimu, minta tolonglah pada Allah dan jangan merasa tidak mampu.” ~HR. Imam Muslim~.
 
” Kehidupan seorang mukmin layaknya mentari. Selalu hidup bersinar dan tak pernah hilang. Ia terbenam disatu wilayah untuk terbit diwilayah berikutnya. Datang menyinari memberi kemanfaatan dan rasa damai”.
 
“Hanya orang besar yang berani berfikir dan bertindak besar. Maka Allah titipkan amanah dan perkara besar. Mintalah energi besar pada yang Maha besar untuk menyelesaikan semuanya”.
 
“Jangan pernah berhenti mengepakan sayapmu saudaraku. Biarkan cobaan itu membuatmu kuat, Biarkan derasnya terpaan itu membuatmu gesit berkelit, Biarkan jiwa-jiwa pemenang itu memenuhi hatimu, Biarkan jiwa-jiwa sabar itu menjadi penyejuk bagimu”.
 
“Ya, Allah tambahkanlah untuk kami keikhlasan niat, kedalaman ilmu, kelapangan hati, kebersihan jiwa, kejernihan pikiran, lautan kesabaran, samudra kelembutan serta indahnya cinta dan kasih sayang dalam ukhuwah…” Tetap semangat Ikhwah!
 
“Menjadi orang-orang pilihan dalam da’wah, berarti meletakkan pondasi keikhlasan dalam ber’amal. Maka teguhkanlah azzam dalam hati. Berjuang itu indah, Berkorban itu nikmat.” Allah will always with you

“Keberhasilan kita tidak diukur oleh seberapa banyak apa yang kita miliki, melainkan oleh berapa banyak orang yang merasakan manfaat keberadaan kita.”

“Bahkan dalam letihpun para mujahid tetap tersenyum karena apa yang kita tunaikan menjadi jaminan bermaknanya usia. “Semoga awal semester yang diiringi dengan semangat ramadhan, bisa membawa keberkahan untuk usaha dan hasil yang terbaik. New Spirit Be Better Person!”

“Mencari Spirit yang hilang, tertatihku dibelantara dunia, menanti seberkas cahaya, jiwa-jiwa lelah ditengah perjalanan panjang, bilakah kemenangan itu datang?” Sesungguhnya kemenangan selalu seiring dengan pengorbanan,,dan keikhlasan, kesabaran diatas kesabaran adalah kunci kekuatan, sudikah diri menjadi kafilah yang digantikan?”

“Para pemburu syurga tidak akan berhenti pada tahap mimpi. Ada asa yang harus diwujudkan, Ada pengorbanan yang harus dikeluarkan. Ada amal dan karya nyata yang harus dipersembahkan.”
 
” Selayaknya bagi jiwa-jiwa yang mengazamkan dirinya pada jalan ini. Maenjadikan da’wah sebagai laku utama, dialah visi, dialah misi, dialah obsesi, dialah yang mengelayuti disetiap desahan nafas, dialah yang mengantarkan jiwa-jiwa ini kepada ridho dan maghfiroh Tuhannya.”
“Ada yang mengeluh, merasa jenuh, ingin gugur dan jatuh ia berkata “lelah!”. Ada juga yang lelah, tubuhnya penat tapi semangatnya kuat. Ia berkata “lillah!”, karena Allah, Ikhlaskanlah. Tetap semangat pejuang-pejuang Allah”
 
“Memelihara pandangan mata menjamin kebahagiaan seorang hamba didunia dan akhirat. Memelihara pandangan, memberi nuansa kedekatan seorang hamba kepada Allah, menahan pandangan juga bisa menguatkan hati dan membuat seseorang lebih merasa bahagia, menahan pandangan juga akan menghalangi pintu masuk syaithan kedalam hati. Mengkosongkan hati untuk berfikir pada sesuatu yang bermanfaat. Allah akan meliputinya dengan cahaya, itu sebabnya setelah firmannya tentang perintah mengendalikan pandangan mata dari yang haram, Allah segera menyambungnya dengan ayat nur (cahaya)”. ~Ibnu Qayyim~. Sebuah perenungan untuk diri.
 
“Suplai bantuan Allah, tidak berlaku bagi orang yang dikuasai hawanafsunya dan mengikuti syahwatnya”. ~Fudhail bin Iyadh~
 
Ustadz Mashadi ::. ”Bila benar-benar kita mukmin, ikhwah, apalagi qiyadah pasti akan mendasarkan pada paradigma berpikir yang bersifat ketuhanan (manhaj tafkir rabbani) juga. Sehingga sikap al wala wal baro’nya sangatlah jelas, tidak confused dan talbiz. Manhaj Tuhan itu (Islam) telah menyediakan bagi para da’i/ aktivis satu manhaj tersendiri dalam berpikir dan bertindak, yang mampu menghindarkan keterjerumusan dalam kehidupan jahiliyah. Di manakah posisi kita hari ini? Apakah masih tergolong orang-orang yang tsabat dengan manhaj rabbani atau telah tersungkur ke dalam barisan pengejar rente kekuasaan? dan pasti akan hina di mata manusia dan di sisi Allah”

Ustadz Farid Nu’man ::. ”Hendaklah mereka malu kepada Allah Ta’ala, dan kalau pun sudah tidak malu kepada Allah Ta’ala, malu-lah kepada malaikat sang pencatat, kalau pun tidak malu kepada malaikat, malu-lah kepada manusia, kalau pun tidak malu kepada manusia, malu-lah kepada keluarga di rumah, kalau pun tidak malu kepada keluarga, maka malu-lah kepada diri sendiri dan hendaklah jujur bahwa apa yang dilakukannya adalah kesalahan, minimal meragukan. Fitrah keimanan akan menolaknya, kecuali jika memang sudah taraf Imanuhum fi Proyekihim”
 
Ustadz Dr. Daud Rasyid, MA ::. „Kalau ada orang menceritakan dirinya mendambakan punya rumah mewah, kendaraan mewah, atau apa saja yang menyenangkan dari dunia, sebenarnya dia sedang menceritakan kenaifan dirinya, sekaligus menyingkap keruntuhan ma’nawiyah (jati diri) nya di hadapan orang lain. Apakah pantas seorang pemimpin merangsang anggotanya untuk mengejar harta, sementara Nabi Saw menyuruh ummatnya agar berhati-hati dengan harta dan dunia?“

“Jangan sampai nanti orang-orang tarbiyah dibenci gara-gara berorientasi kepada kekuasaan. Dia tidak boleh berbangga dengan bangunannya. Lalu tertidur-tidur, tidak pernah mengurus urusan hariannya. Tetap dia harus kembali kepada akar masalahnya, akar tarbiyahnya. Tempat kancah dia dibangun.
Imam Hasan Al Banna

Tidak ada komentar:

Posting Komentar