Takdir bukanlah sesuatu yang kita ciptakan, akan tetapi ia sesuatu yang kita ‘ikut’ ciptakan. Antara
kehendak kita yang kits harapkan bertemu dengan kehendak Allah.
Kita adalah anak2 muda. Anak-anak muda ada untuk menciptakan keajaiban.. karna itu, Umar ibn Khotthob pernah mengatakan: “setiap saya menghadapi masalah yang rumit, saya panggil anak muda”
Pendiri republik ini adalah anak muda, hanya saja pemuda yang memulai dan melaksanakan reformasi tidak memimpin reformasi. Ini yang salah. Ini menimbulkan ketidakpastian, maka inilah tanggungjawab kita untuk mengakhiri ketidakpastian. Mereka yang mengisi era pasca orba adalah orang yang menghabiskan 30 tahun hidupnya di orde baru, ini dalam bahasa manajemen disebut dismatch/diskontinu .
“hanya keajaiban yang buat kita bisa dapat 20%”, n hati kita haruslah berkata: “maka keajaiban itu harus kita wujudkan suatu saat nanti nanti. Bahkan, kalau 20% itu keajaiban, maka kita ingin melampaui keajaiban itu. 20% adalah angka yang harus kita lampaui ikhwah fillahi.”
Ketika Hasan al Banna memulai dakwahnya di Mesir, saat itu mesir masih dijajah Inggris. Imam syahid mengawali dengan 7 sasaran dakwah, dan poin ke-7 adalah Ustadziyatul ‘alam. Sebuah cita-cita besar. Bangsa yang sedang dijajah ingin menjadi guru bagi peradaban manusia. Ini menghasilkan utopia, yang mana orang2 bersahaja saat itu percaya bahwa hal ini bisa diwujudkan, meskipun tidak pada masa mereka.
maka kenalkah kita dg organisasi besar Ikhwanul Muslimin?
Hampir seratus tahun kemudian, 80 tahun sekarang, IM menjadi jama’ah yang legendaris karena cita-citanya jauh mendahului langkah kakinya. Karena orang itu dipimpin bukan oleh seorang al Banna, tetapi oleh ide-ide besar.
Ini adalah cerita kita sekarang, cerita bagaimana kita mulai sejarah kemenangan dan menutupnya, cerita
tentang bagaimana para pemuda islam (kader dakwah) menyiasati semua keterbatasannya.
Soekarno mampu memimpin bangsa ini 20 tahun. Kenapa? Karena legendaris, berfikir tidak seperti orang lain
berfikir, Soekarno memikirkan revolusi.
Soeharto 32 tahun? Kenapa? Karena ide besar itu bernama pembangunan. Kenapa para Presiden republik ini yang menjabat setelah reformasi hanya bertahan 12-16 bulan? Karena mereka berfikiran pendek dan tak ada “narasi besar” dalam fikiran mereka.Penafsiran tunggal bahwa reformasi adalah antitesis dari orde baru adalah kesalahan. Orde lama dan baru memiliki kekurangan, sebagaimana mereka juga memiliki kebaikan.
pemuda islam seharusnya bisa mensintesa kebaikan-kebaikan periode sebelum reformasi. Kita mensintesa demokrasi dan kesejahteraan. Demokrasi orde lama yang mengeliminsai kesejahteraan, dan kesejahteraan orde baru yang mengeliminasi demokrasi.
Muhammad Iqbal dalam sebuah puisinya berkata:
Tuhan,
Ajarilah kami kembali ajaran tentang cinta.
Biar kami bisa kumpulkan lidi-lidi yang berserakan ini
menjadi satu
Kita para pemuda islam yg menamakan diri sebgai aktivis dakwah n kita adalah simbol perekat yang akan memimpin Reformasi.
Lidi kita adalah lidi yang bersih, tapi belum mampu bersihkan kotoran. Kita harus bersatu dengan lidi lain yang meskipun masih kotor tapi kita membentuk sapu lidi bersama.
Itulah yang dituntut dari Pemuda islam yg sebenarnya, tidak hanya bersih, tetapi juga membersihkan. Kenapa reformasi jalan di tempat? Karena semua orang yang punya potensi tidak tahu dimana tempatnya.
KPK anggarannya 78 M setahun, tapi uang yang dikembalikan ke pemerintah dari korupsi setahun 24 M. Kasus BI adalah uang 100 M, tetapi anggaran untuk mengembalikan kepercayaan pasar dan menstabilkan pasar akibat skandal itu yang harus dikeluarkan BI adalah 5,5 M $. Padahal 100 M itu hanya 10 juta $ paling banyak.
Ini cara membunuh nyamuk dengan meriam.
Kita selalu menjadi yang pertama di tempat bencana, tapi sendirian disana tidaklah cukup, kita harus
menjadi unsur perekat yang membuat seluruh warga indonesia peduli, itu baru cukup.
Berkumpul tanpa dipimpin itu seperti kita hadir dalam sebuah dauroh, tempat sudah penuh, tapi tidak ada yang
membuka dan memimpin acara, tak ada yang dikerjakan bersama, semua hanya datang dan berbicara diantara
mereka tentang kebaikan dan kerja bersama. Perkumpulan tersebut adalah sia-sia.
Maka matchmaker ini harus dibarengi dengan satu
kemampuan lain: Inovator.
Inovator adalah berfikir lebih cepat. Fikiran kita mendahului langkah kita dan langkah orang lain, bahkan
langkah semua orang di republik ini.
Mengapa Zhilal itu legendaris? Karena ia mengembalikan makna wahyu, bahwa al-Qur’an diturunkan ayat demi ayat
untuk menjawab setiap dimensi kemanusiaan yang terjadi dikalangan sahabat. Bahwa wahyu selalu mendahului
langkah kaki para sahabat.
Dua tahun sebelum fathu makkah, Allah sudah menurunkan ayat: “inna fatahna..” –jika sampai masanya kalian akan masuk baitullah dengan aman.
DR. Said Ramadhon al
Buthi dalam Fiqhu Shirah menjelaskan bahwa pada saat ayat tersebut diturunkan, mayoritas sahabat tidak tahu
apa arti dari ayat tersebut. Sampai mereka mengalaminya 2 tahun kemudian dan tersadar bahwa
Al-Qur’an telah mendahului mereka.
Perang Uhud sudah diramalkan 1 tahun sebelumnya pada surah Al-Anfaal, Allah sudah memperingatkan kaum
muslimin agar tidak tergoda. Kenyataannya setelah perang itu benar-benar terjadi dan menyebabkan Hamzah
bin Abdul Mutholib–paman nabi, Mush’ab bin Umair–sahabat yang sangat dicintai Nabi, dan 70 sahabat syahid. Allah tidak kemudian menghinakan, tetapi turun ayat “laa khoufu, walaa tahzanu…”
Hanya butuh keyakinan & senyuman,kemudian rasakan aura
kemenangan dan sebarkan itu kepada para kader dakwah.
Itulah yang dirasakan para sahabat yang berperang bersama Kholid bin Walid, mereka tidak pernah bertanya
strategi, taktik, tahapan seperti apa.
Berperang bersama akh kholid saja itu sudah cukup..!
Begitulah semangat dengan keyakinan.
Khalid bin Walid ketika membebaskan Palestina diajak berunding oleh para pendeta, pendeta itu tahu bahwa mengalahkan Khalid dalam peperangan adalah mustahil, maka mereka berniat meracun Khalid bin Walid. Khalid tahu persis itu yang para pendeta itu lakukan, akan tetapi Khalid tetap meminum air beracun itu untuk mengatakan pada musuh Allah itu: “Dengan izin Allah, racun ini tidak akan membunuhku”, sambil membaca do’a yang setiap hari kita baca dalam ma’tsurat:
“Bismillaahilladzii laa yadhurru ma’asmihi syai’un fil ardhi walaa fis samaa’ wahuwas samii’ul ‘aliim”
Di Afrika, semua rusa bangun di pagi hari dengan satu kesadaran, bahwa jika mereka tidak berlari lebih kencang dari singa, maka mereka akan mati dimakan. Di Afrika, semua singa bangun di pagi hari dengan satu kesadaran, bahwa jika mereka tidak berlari lebih cepatdari rusa, maka mereka akan mati kelaparan.
Wa antum a’lamu inkuntum mukminiin, kemudian pertanyaan itu sekarang berubah:
“Apakah kita sebagai pemuda islam (aktivis dakwah) siap memimpin Agama dan Negara ini suatu hari nanti?”…
kita menjawab: “20% adalah sejarah yang akan kita buat hari ini”
maka slalu bergeraklah dalam kebaikan dan perbaikan..!!
..HAMASAH..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar