Senin, 27 Februari 2012

Haruskah Tarbiah Tinggal Kenangan???

Tarbiyah, tinggal kenangan?
Masak?
Yang bener?

Oke, kita runut lagi sejarah. Putar pembalik waktumu 3 kali. Set waktu yang tepat, Jangan sampai terlihat. Dan anda siap kembali kemasa lalu. #eaa (jelas cerita baca harry potter part 3)
Nabi SAW bersabda akan tiba suatu masa dimana islam menjadi suatu yang asing. Termasuk busana jilbab. Sebagaimana awal kedatangan islam. Dalam keadaan seperti itu  kita tidak boleh larut. Harus tetap bersabar. dan memegang islam dengan teguh.walaupun berat seperti memegang bara api. Dan Insya Allah dalam kondisi yang rusak dan bejat seperti ini, mereka yang tetap kuat akan mendapat pahala yang berlipat ganda. Bahkan dengan pahala 50 kali lipat pahala para sahabat.

Sabda nabi:
“Islam bermula dalam keadaan asing. Dan ia akan kembali menjadi sesuatu yang asing, maka beruntunglah orang-orang terasing itu” (HR Muslim)

Saya ingat lagunya Izzatul Islam. Generasi harapan:
Dimana dicari pemuda kahfi
Terasing demi kebenaran hakiki
Dimana jiwa pasukan badar berani
Menoreh namamu yang perkasa abadi

Kawan, hidup ini memang keras. Perjuangan ini menuntut pengorbanan dari mu. Harta. Waktu bahkan nyawa.

Semua ada fase kalah dan jayanya. Ada fase kemunduran. Tapi fase kemunduran ini, atau apalah namanya, pergerakan berkurang dll, jangan jadikan fase untuk berdiam diri dan menonton kekalahan.
Saat-saat seperti ini adalah langkah baru untuk mencapai kejayaan. Bersakit-sakit dahulu, bersenang-senang kemudian.

Bukan sistem yang salah. Bukan kita yang salah. Bukan qiyadah yang salah. Bukan jundi yang salah. Percaya pada rukun iman ke-6 kan? Iman kepada takdir baik dan buruk. Yang menghantarkan kita kepada iman kepada Allah. Tapi ingat firman Allah. Jangan mendoktrin Allah tidak adil dulu. Takdir seorang hamba itu sebenarnya dia yang membuatnya. Susah senangnya. Jangan seperti air mengalir saja. Berjuang, berusaha dan berdo’a, Insya Allah ini jalan yang akan menghantarkan kita pada kehidupan hakiki.

Syukurlah ada yang menyatakan kalau “keadaan” tetap seperti ini tanpa pergerakan nyata. Tanpa Azzam yang kuat dari ikhwah semua. Maka tarbiyah akan menjadi sejarah dan kenangan saja di kampus dan kehidupan ini. Syukurlah ada yang menyadari akibatnya akan seperti itu. Jadi kita tidak perlu repot-repot lagi menganalisa apa yang akan terjadi kalau kondisi “kita” tetap seperti ini.

Sebenarnya (ehem) ketika kita membicarakan suatu masalah. Mengutuk-ngutuk masalah. Maka yakinlah secara tidak langsung kita dapat solusi dari sana. Contohnya saya yang sedang mengetik tulisan ini di laptop Acer Aspire 4720Z ini (penting?). masalah saya adalah bingung mau menulis tentang apa atau bagaimana membahas masalah yang akan saya tulis(?) oke saya mulai ngelantur. Jadi intinya seperti itu.bicarakan masalah maka anda akan dapat solusinya. Jangan dipendam dan dikonsumsi sendiri. Kalau tidak mau berakhir gantung diri dikamar mandi yang sepi tak berpenghuni dan tinggal dikuburi.

Oke. Sekarang saya anggap kita semua sadar kalau kita tetap berleha-leha maka tarbiyah hanya akan menjadi kenangan yang tak terlupakan yang pernah ada. Bayangkan. Dari sini saya mengenal jama’ah ini. Dari sini saya kenal sahabat-sahabat yang luar biasa. Dari sini saya bertemu dengan aktivis-aktivis mahasiswa. Para pemuda yang berpikir selangkah lebih maju dari orang dizamannya. Dari sini saya mengenal orang-orang berbekal dengan taqwa(Insya Allah). Dari sini saya dibimbing, dibentuk sehingga lebih berbentuk dari sebelumnya (bercanda ding).

Pernah terbayang ketika antum tidak berada dijama’ah ini lagi? Atau memutuskan mundur karena kecewa? Kecewa dengan teman-teman yang girohnya sudah mulai berkurang? Hilang arah? Go a head!!!

“Mujahid sejati tidak harus dulu di motivasi, baru kemudian ia  beraksi..
Tidak pula harus dulu diajak, baru kemudian ia bergerak…
Ia hadir menginspirasi, bukan menanti instruksi…
 Ia mampu memotivasi diri untuk bangkit dari keterpurukan tanpa harus dulu dinasehati…
Jangan cengeng karena ujian, karena surge hanya layak bagi orang-orang yang berani MENIKMATI ujian tanpa pamrih..”

Menjadi cahaya
Jika engkau merasa bahwa segala yang ada disekitarmu gelap dan pekat,
tidakkah dirimu curiga bahwa engkaulah
yang dikirim oleh Allah untuk menjadi cahaya bagi mereka?
Berhentilah mengeluhkan kegelapan itu,
sebab sinarmulah yang sedang mereka nantikan, maka
berkilaulah.

Karena masalah banyak manfaatnya:
Penebus dosa. Nikmat kehidupan. Masalah untuk mengangkat derajat. Banyak masalah banyak ilmu. Masalah sebagai seleksi. Masalah untuk merevisi langkah. [] The Way To Win

Ingat tetap jaga anda dalam kondisi tidak terlihat (pembalik waktu tadi maksud saya) kalau anda terlihat, anda melanggar hukum alam. Oke sekarang pastikan anda dan teman seperjalan anda kembali tepat waktu dan ditempat yang sama ketika anda memutar pembalik waktu anda. Siapkan sejuta argument untuk menginspirasi yang lain. Ingat. Jadi cahaya.

Wallahu’alam.
‘Afwan
Semangat ding.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar