Tarbiyah, tinggal kenangan?
Masak?
Yang bener?
Oke,
kita runut lagi sejarah. Putar pembalik waktumu 3 kali. Set waktu yang
tepat, Jangan sampai terlihat. Dan anda siap kembali kemasa lalu. #eaa
(jelas cerita baca harry potter part 3)
Nabi
SAW bersabda akan tiba suatu masa dimana islam menjadi suatu yang
asing. Termasuk busana jilbab. Sebagaimana awal kedatangan islam. Dalam
keadaan seperti itu kita tidak
boleh larut. Harus tetap bersabar. dan memegang islam dengan
teguh.walaupun berat seperti memegang bara api. Dan Insya Allah dalam
kondisi yang rusak dan bejat seperti ini, mereka yang tetap kuat akan
mendapat pahala yang berlipat ganda. Bahkan dengan pahala 50 kali lipat
pahala para sahabat.
Sabda nabi:
“Islam
bermula dalam keadaan asing. Dan ia akan kembali menjadi sesuatu yang
asing, maka beruntunglah orang-orang terasing itu” (HR Muslim)
Saya ingat lagunya Izzatul Islam. Generasi harapan:
Dimana dicari pemuda kahfi
Terasing demi kebenaran hakiki
Dimana jiwa pasukan badar berani
Menoreh namamu yang perkasa abadi
Kawan, hidup ini memang keras. Perjuangan ini menuntut pengorbanan dari mu. Harta. Waktu bahkan nyawa.
Semua
ada fase kalah dan jayanya. Ada fase kemunduran. Tapi fase kemunduran
ini, atau apalah namanya, pergerakan berkurang dll, jangan jadikan fase
untuk berdiam diri dan menonton kekalahan.
Saat-saat seperti ini adalah langkah baru untuk mencapai kejayaan. Bersakit-sakit dahulu, bersenang-senang kemudian.
Bukan
sistem yang salah. Bukan kita yang salah. Bukan qiyadah yang salah.
Bukan jundi yang salah. Percaya pada rukun iman ke-6 kan? Iman kepada
takdir baik dan buruk. Yang menghantarkan kita kepada iman kepada Allah.
Tapi ingat firman Allah. Jangan mendoktrin Allah tidak adil dulu.
Takdir seorang hamba itu sebenarnya dia yang membuatnya. Susah
senangnya. Jangan seperti air mengalir saja. Berjuang, berusaha dan
berdo’a, Insya Allah ini jalan yang akan menghantarkan kita pada
kehidupan hakiki.
Syukurlah
ada yang menyatakan kalau “keadaan” tetap seperti ini tanpa pergerakan
nyata. Tanpa Azzam yang kuat dari ikhwah semua. Maka tarbiyah akan
menjadi sejarah dan kenangan saja di kampus dan kehidupan ini. Syukurlah
ada yang menyadari akibatnya akan seperti itu. Jadi kita tidak perlu
repot-repot lagi menganalisa apa yang akan terjadi kalau kondisi “kita”
tetap seperti ini.
Sebenarnya
(ehem) ketika kita membicarakan suatu masalah. Mengutuk-ngutuk masalah.
Maka yakinlah secara tidak langsung kita dapat solusi dari sana.
Contohnya saya yang sedang mengetik tulisan ini di laptop Acer Aspire
4720Z ini (penting?). masalah saya adalah bingung mau menulis tentang
apa atau bagaimana membahas masalah yang akan saya tulis(?) oke saya
mulai ngelantur. Jadi intinya seperti itu.bicarakan masalah maka anda
akan dapat solusinya. Jangan dipendam dan dikonsumsi sendiri. Kalau
tidak mau berakhir gantung diri dikamar mandi yang sepi tak berpenghuni
dan tinggal dikuburi.
Oke.
Sekarang saya anggap kita semua sadar kalau kita tetap berleha-leha
maka tarbiyah hanya akan menjadi kenangan yang tak terlupakan yang
pernah ada. Bayangkan. Dari sini saya mengenal jama’ah ini. Dari sini
saya kenal sahabat-sahabat yang luar biasa. Dari sini saya bertemu
dengan aktivis-aktivis mahasiswa. Para pemuda yang berpikir selangkah
lebih maju dari orang dizamannya. Dari sini saya mengenal orang-orang
berbekal dengan taqwa(Insya Allah). Dari sini saya dibimbing, dibentuk
sehingga lebih berbentuk dari sebelumnya (bercanda ding).
Pernah
terbayang ketika antum tidak berada dijama’ah ini lagi? Atau memutuskan
mundur karena kecewa? Kecewa dengan teman-teman yang girohnya sudah
mulai berkurang? Hilang arah? Go a head!!!
“Mujahid sejati tidak harus dulu di motivasi, baru kemudian ia beraksi..
Tidak pula harus dulu diajak, baru kemudian ia bergerak…
Ia hadir menginspirasi, bukan menanti instruksi…
Ia mampu memotivasi diri untuk bangkit dari keterpurukan tanpa harus dulu dinasehati…
Jangan cengeng karena ujian, karena surge hanya layak bagi orang-orang yang berani MENIKMATI ujian tanpa pamrih..”
Menjadi cahaya
Jika engkau merasa bahwa segala yang ada disekitarmu gelap dan pekat,
tidakkah dirimu curiga bahwa engkaulah
yang dikirim oleh Allah untuk menjadi cahaya bagi mereka?
Berhentilah mengeluhkan kegelapan itu,
sebab sinarmulah yang sedang mereka nantikan, maka
berkilaulah.
Karena masalah banyak manfaatnya:
Penebus
dosa. Nikmat kehidupan. Masalah untuk mengangkat derajat. Banyak
masalah banyak ilmu. Masalah sebagai seleksi. Masalah untuk merevisi
langkah. [] The Way To Win
Ingat
tetap jaga anda dalam kondisi tidak terlihat (pembalik waktu tadi
maksud saya) kalau anda terlihat, anda melanggar hukum alam. Oke
sekarang pastikan anda dan teman seperjalan anda kembali tepat waktu dan
ditempat yang sama ketika anda memutar pembalik waktu anda. Siapkan
sejuta argument untuk menginspirasi yang lain. Ingat. Jadi cahaya.
Wallahu’alam.
‘Afwan
Semangat ding.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar